Kamis, 30 Oktober 2014



 
Melihat Pesawat

 
Sambil berlari-lari menggandeng neneknya
Cen cen menghampiri petugas parkir bandara.
"Pak,pesawat yang menuju Denpasar apa
sudah take-off"katanya
"Sudah sepuluh menit yang lalu".
"Wah......sial!kalau pesawat yang ke
London aa sudah terbang juga,pak?"
"Sudah 45 menit yang lalu".
"Lalu ka....kalau pesawat yang menuju Sydney,
bagaimana?"
"Sudah berangakat 1 jam yang lalu"
"lalu ka.....kalau pesawat yang ke
Tokyo?"
"Anda ini sebenarnya mau kemana?"
"Nggak kemana-mana pak.A....anu...
nenek saya ini belum pernah melihat
pesawat dari jarak dekat,jadi ia ingin
melihatnya"
"Sialan kamu"
"He....he....he..."


Mawar Putih
Sanjungmu terlalu mesra
Bibirku yang memerah
Tidaklah seindah mawar putih
Sayu mata yang kumiliki.........
Karunia Ilahi juga tak sebening
Embun di pagi hari.....
Aku pun telah jatuh cinta
Aku berharap berjuta-juta bintang
Kau bawa cinta yang suci mulia
Bukanlah kata cinta kesehatanmu
Kemarin ku melihat awan membentuk wajahmu
Desau angin meniup namamu
Aku pun sadari tuk cepat berlari
Oh........ cepat pulang.......
Cepat kembali..........
Jangan pergi lagi..........
Firasat ku ingin kau cepat pulang
Cepat kembali jangan pergi lagi..............

Rabu, 29 Oktober 2014




Tuhanpun Menangis
Petir menyambar
Canda tawa hambar
Datang berita
Kau telah tiada
Aku menangis..........
Tuhan-pun menangis
Murung surya dikala pagi
Menemani pilunya hati
Tiada kata dalam senduku
Hanya sebilah lisanku yang kaku
Kering air mata dipipiku
Hanya ada rintihan kata "rinduku"
Kini datang penjara kesedihan
Menjadi tirani kesengsaraan
Merah senja diujung hari
Sampai kapan ku mengurung diri